3. Intuisi
“Gue urutan keberapa?” Kalimat itu otomatis terlontar dari setiap orang yang bangun tidur di homestay. Menandakan urutan mandi yang sudah menjadi tradisi sedari Tasikmalaya. Siapa yang bangun lebih dulu, maka ia berhak atas kamar mandi sesuai urutannya. Aku termasuk kategori bangun pagi yang standar. Tidak terlalu cepat bangun dan tidak terlalu akhir. Pertengahan. Itu pun saat kebagian urutan, aku hanya sekedar sikat gigi dan cuci muka. Tidak sempat mandi. Alasannya adalah pagi ini aku mau jogging. Olahraga kecil sebelum pergi ke gunung. Padahal aku juga belum tahu cara apa dan bagaimana ke gunung nanti. Mempersiapkan seakan-akan sungguhan kesana. Lagipula cuacanya sangat mendukung untuk merenggangkan otot-otot yang berdebu akibat timbunan junk food saat di Jakarta. Sekitar 30 men...