Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

2. Perkenalan

Siang menjelang sore di sebuah pulau terpencil, aku meminta anak-anak mengajakku berkeliling. Kita menyusuri rumah-rumah, kebun, kotoran kambing, dan berujung di sekolah yang hampir menuju hutan. Anak-anak itu mungkin sudah terbiasa pergi dari satu kampung ke kampung lain, tapi karena disitu hanya aku satu-satunya yang menjadi orang dewasa ku urungkan niat untuk pergi lebih jauh. Dengan tampang sok akrab dan memasang wajar ramah memberanikan diri menyapa warga lokal. Meski hanya sekedar “ Permisi, Pak, Bu”.   Aku pulang menuju homestay dengan rasa sedikit penasaran ada apa dibalik hutan sepi itu. Ngobrol hal ringan dengan teman satu kamar. Sedikit terlintas dipikiran tidak mungkin bisa dekat dengan pemuda tanpa nama di bibir kapal. Sekalipun dekat, caraku harus   elegan.  EO yang lainnya datang ke homestay. Memberi kabar kalau akan jalan-jalan ke pantai utara. Jalan yang dilewati persis seperti jalan yang aku lewati bersama anak-anak. Seandainya nyaliku lebih...

Pesona

Kau Dicarut marutnya revisi Dan hiruk piruknya hati Di sebuah kedai kopi Kau bilang ingin kembali Seakan akan aku pencuri Aku jahat ya? Meninggalkan luka lama Maaf Aku tidak sengaja Menjadi fajar dan senja Yang indahnya sesaat Sudah jatuh, tertimpa cinta Seharusnya kita tampil mempesona Ups! Maksudku, Dan kau seharusnya tampil mempesona Tanpa aku, tanpa kita Ransel 01.06

1. Awal Perjalanan

 Juli 2019 Semua barang-barang sudah disiapkan. Tas yang berisi pakaian, skin care , sabun muka, alat mandi, kaos kaki, semuanya. Berharap fieldtrip ini akan baik-baik saja. Semoga tidak menjadi hari yang melelahkan. Walaupun pastinya lelah, setidaknya ada pelajaran yang bisa ku ingat. Kali ini, fieldtrip keduaku. Setelah tiga bulan lalu mengunjungi Tasikmalaya, melihat kondisi masyarakat adat Sunda Wiwitan kala itu, sungguh memprihatinkan. Ada sisi humanis dan sosial dalam hatiku yang tersentuh. Mengetahui esensi perbedaan sebenarnya membuat kacamata ku semakin jernih. Seharusnya kacamata perbedaan itu tetap dirawat, agar penglihatan tidak buram. Masih terdapat diskriminasi yang dialami masyarakat adat yang masih memegang teguh kepercayaan lokal. Terlebih jika mengurus administrasi atau mendapatkan hak-hak sipil. Sebelum pemerintah mengesahkan 6 agama resmi, mereka masih sama-sama memperjuangan kemerdekaan Indonesia dan sudah memegang kepercayaan lokal. Untuk mengur...