Pura-pura Jatuh
Hari ini, sekitar pukul 06.24
Saya lihat dua orang berseragam coklat mengatur lalu lintas. Salah satunya memegang masker sekali pakai dibungkus plastik. Seperti baru dibeli.
Semua wajar sampai seorang itu membuka dan menurunkan tangan kanannya bersama sisa plastik yang seakan-akan jatuh.
Saya tidak langsung tegur. Takut.
Butuh sekitar beberapa menit sampai akhirnya saya beranikan diri. Ada dialog dalam hati
"Ayolah, jadilah ramah dan berani "
"Yuk bisa yuk!"
Teringat cerita seorang penggiat lingkungan yang ribut dengan bapak-bapak bermobil karena berani menegur membuang botol kemasan di jalan. Saya yakinkan diri, muka saya bukan tampang cari ribut. Kalau pun seorang itu marah-marah, yakin saja tidak ada hal lain yang lebih menakutkan daripada hanya menerima ocehannya.
Sedikit gemetar, saya ambil sampahnya dan kembalikan.
"Pak, ini sampahnya. Di situ ada tempat sampah" (sambil senyum menunjuk belakang halte sekitar 10 meter dari kita berdiri)
"Oh iya, makasih" (diambil sampah dr tangan saya dan dimasukkan kantong celana)
Saya berharap sampah yang dia ambil langsung di buang ke tempat sampah, bukan dimasukkan dalam kantong.
Tapi itu sudah cukup membuat saya tenang, daripada tidak ada yang menegur sama sekali.
10 Desember 2019
#BiasakanKebenaran
#JanganBenarkanKebiasaan
Komentar
Posting Komentar