Pertama di WNG (Warung Nasi Gratis)

Ini hari pertama saya melayani makan pekerja-pekerja pinggiran ibukota. Tukang parkir, pengamen, penyapu jalanan, tukang ojek, atau bahkan anak-anak jalanan. Entah dari latar belakang manapun, bukankah hakikat kita semua sama?

Jika kalian tanya bagaimana rasanya menjadi salah satu dari bagian kebaikan ini. Kalian bertanya pada orang yang salah. Saya akan jelaskan kalau rasa yang saya dapatkan abstrak. Tak bisa dijelaskan. 

Senyum saya tipis. 

Tunggu, bukan karena tak murah senyum. Tapi menahan rasa puas melihat uang-uang di kantong mereka tersimpan dengan baik. 

Tunggu lagi, bukan karena mereka serakah atau pelit. Tapi untuk membawa pulang nafkah tambahan. 

"Lumayan makan siang gratis, uangnya bisa buat jajan anak." Begitu kata seorang ayah yang tergambar dari sorot matanya. 

Kalian tahu? Pasti kalian tahu. Lebih tahu dari saya. Setiap kebaikan yang kalian sebarkan kepada semesta, setiap itu pula langkah kalian beriringan dengan narasi kebaikan.



Rumah Putih, 

Januari, 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona

2. Perkenalan

Hakikat tertinggi dalam cinta adalah menjaga