Puisi Balasan dari Perempuan Pejalan Ibukota

Tak kusangka aku akan tiba juga
Tidak di kotaku atau di kotamu
Disini, di sisi kota yang lain
Kau mengizinkanku untuk singgah

Aku berjalan seorang diri
Menyusuri kerumunan
Terluntang-lantung di kota orang
Sampai bertemu denganmu

Aku penghuni baru yang tak tahu diri
Mengikuti segala rutinitas kesibukan
Mengobrak-abrik tempat istirahatmu
Membaca coretan-coretanmu
Menculik dua buku kesukaanmu
Mengacak-acak memorimu tentang kembang gula kesukaan bapak
Sampai menanam kenangan bersama 'Bara'

Aku cukup lancang, bukan?
Masuk dan berdiam di isi kepalamu
Seperti anak kecil yang tak ingin berhenti bermain
Merengek-rengek jika dipaksa keluar

Tapi aku menyukainya
Menyelami isi kepalamu yang liar
Berenang di setiap sudut pandangmu
Dan setelah itu
Setelah apa yang sudah ku perbuat, aku pamit
Berjalan lagi, menyusuri tempat-tempat lainnya, menjauh

Tapi cukup,
Jangan lagi,
Aku butuh tempat menetap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona

2. Perkenalan

Hakikat tertinggi dalam cinta adalah menjaga