Virus Kebaikan
Kebaikan menular, entah dengan orang yang sama ataupun berbeda. Kali ini dari seorang paruh baya di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saya dan team melakukan aksi rutinan komunitas relawan. Salah satu programnya memberikan makanan gratis di jalanan. Dan salah satu penerima manfaatnya seorang penjual kalender. Entah apa yang mengetarkan hati penjual kalender itu saat team kami membagikan sekotak nasi dan air minum, saya diberikan kalender tahun baru 2021. Saat saya tanya berapa harganya, dia bilang, "Sudah dibayar dari nasi kotak yang kakak berikan."
Deg!
Saat itu juga saya termenung. Bisa-bisanya. Balasan kebaikan itu langsung diberikan. Secara langsung atau tidak, sengaja atau tidak, penjual kalender itu menggetarkan hati saya. Kebaikan ternyata virus. Bisa ditularkan melalui orang yang sama ataupun tidak. Itu yang sampai saat ini saya yakini. Doa-doa, harapan-harapan, semangat yang diberikan kepada saya dan team menjadi kekuatan untuk terus berjalan di jalan ini.
Jika mungkin kalian pikir kami yang memberikan, sejatinya adalah kami yang menerima. Menerima segala pelajaran hidup yang tak ternilai. Dari cerita orang-orang yang kami temui di perjalanan. Di kota-kota, di desa-desa, di jalanan, di stasiun, di terminal, dimanapun kebaikan yang kalian berikan, sejatinya kalian sedang berbuat baik untuk diri kalian sendiri.
Terimakasih banyak.
Komentar
Posting Komentar